Berikut Tata Cara Dan Doa Bersiwak Sesuai Yang Dilakukan Nabi SAW

Bersiwak merupakan salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan. Pada masanya, Nabi Muhammad SAW biasa bersiwak menggunakan kayu arok. Sampai saat inipun, kayu arok untuk bersiwak ini juga bisa kita dapatkan dengan mudah. Mengingat masih banyak yang menjualnya.

Keutamaan bersiwak ini bahkan ditekankan dalam suatu hadis bahwa kalau tidak dikatakan sebagai sunah, siwak bisa dianggap wajib. Alasannya, Nabi Muhammad SAW sering melakukannya, khususnya saat hendak melaksanakan salat.

Untuk melakukan sunah siwak,  sebaiknya seseorang melakukannya dengan tangan kanan. Dengan posisi jari kelingking berada di pangkal siwak, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis berada di atas, serta jari jempol di bawah.

Kemudian menggerakkan siwak kebagian gigi sebelah kanan, diteruskan dengan sebelah kiri, dan diteruskan dengan mengusap tenggorokan.

Setelah itu, kita berdoa sebagai berikut,

اللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَاتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لِهَائِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah gigiku, kencangkanlah gusiku, tetapkanlah anak lidahku, dan berkahilah aku dengan nikmat di dalam itu semua, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Demikianlah tata cara Rasul ketika bersiwak. Adapun zaman sekarang ini, dikatakan bahwa menyikat gigi dengan menggunakan sikat dan pasta gigi juga bisa dikategorikan bersiwak. Karena inti dari bersiwak yang dilakukan Nabi SAW adalah membersihkan gigi dan mulut agar tetap bersih dan tidak bau. Demikian pula dengan menggosok gigi. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *