Sebaik-Baiknya Umur Adalah Yang Diberkati Allah SWT

Dalam suatu hadis dijelaskan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Artinya: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(HR: Tirmidzi).

Hadis di atas menjelaskan bahwasanya sebaik-baiknya manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Kedua aspek ini harus berjalan beriringan, tidak bisa hanya salah satunya saja. Seperti misalnya orang yang diberikan umur panjang, tapi buruk perangai dan amalnya, ini tidak bisa dikategorikan sebaik-baiknya manusia.

Sebaliknya, orang yang relatif memiliki umur yang pendek, akan tetapi selalu baik amalannya, ini juga bisa dikategorikan sebaik-baiknya manusia.

Lebih lanjut lagi, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 47) menjelaskan sebagai berikut:

وَخَيْرُ الْعُمُرِ: بَرَكَتُهُ، وَالتَّوْفيْقُ فِيْهِ لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَالْخَيْرَاتِ الْخَاصَّةِ وَالْعَامَّةِ

Artinya: “Sebaik-baik umur ialah yang diberkati Allah subhanu wata’la, yang diberi-Nya taufik untuk mengerjakan amalan saleh dan kebajikan-kebajikan lain baik yang khusus maupun yang umum.”

Maqolah di atas menjelaskan bahwasanya sebaik-baik umur ialah yang diberkati Allah, yang diberi-Nya bimbingan untuk melakukan berbagai kesalehan dan kebajikan. Jadi kebaikan seseorang sebetulnya tidak semata-mata bergantung pada umurnya yang panjang, tetapi lebih pada seberapa banyak amal kebaikan yang dilakukannya semasa hidupnya. Penjelasan ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW di atas.

Boleh jadi seseorang berumur pendek tetapi amal kebaikannya sangat banyak dan mungkin sama atau bahkan melebihi mereka yang berumur panjang. Orang-orang seperti ini termasuk orang-orang terbaik karena mampu memanfaatkan umurnya yang pendek untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Inilah umur yang penuh dengan berkah dari Allah.

Oleh karena itulah, agar kita bisa tergolong sebagai sebaik-baiknya manusia, hendaknya memanfaatkan waktu dan umur yang diberikan untuk melakukan amal-mal saleh dan kebajikan-kebajikan lainnya. Juga senantiasa berdoa agar diberikan umur yang panjang, sehingga bisa terus berbuat amal saleh.

Dengan demikian, insya Alloh kita akan diberikan taufiq dan hidayah-Nya untuk terus beramal baik. Amiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *