Sahabat Bilal Bin Rabah Dan Keistimewaannya Yang Besar

Bilal bin Rabah merupakan salah satu sahabat nabi Muhammad SAW yang istimewa. Ia telah memeluk Islam ketika masih menjadi budak orang kafir Quraisy. Bilal bin Rabah ini juga termasuk ke dalam assabiqunal awwalun (orang-orang yang terdahulu memeluk Islam).

Bilal bin Rabah ketika masih menjadi budak sering sekali disiksa majikannya yang tidak suka akan Islam. Dia disiksa dan dipaksa agar meninggalkan keyakinannya.

Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi niat Bilal untuk tetap memeluk Islam. Sebaliknya, hal itu membuat imannya semakin sempurna. Hingga pada akhirnya, Bilal bin Rabah dimerdekakan oleh sahabat Abu Bakar dan terhindar dari siksaan yang dulu sering menderanya.

Karena suaranya yang merdu dan lantang, Bilal bin Rabah menjadi sahabat pertama yang diperintah langsung Nabi Muhammad SAW untuk mengumandangkan azan, ketika azan disyariatkan. Selanjutnya, ia dikenal sebagai muazin pertama dalam Islam.

Sahabat berkebangsaan Ethiopia (Habasyi) ini memiliki suatu keistimewaan dibanding sahabat lainnya. Rasulullah pernah mendengar di suatu malam suara gesekan sandal Bilal di surga.

Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW bertanya langsung kepada Bilal tentang amalan apa yang ia kerjakan hingga mendapat keistimewaan yang begitu besar tersebut. hal ini seperti tercantum dalam hadis:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ « يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِى بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِى الإِسْلاَمِ مَنْفَعَةً فَإِنِّى سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَىَّ فِى الْجَنَّةِ ». قَالَ بِلاَلٌ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِى الإِسْلاَمِ أَرْجَى عِنْدِى مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّى لاَ أَتَطَهَّرُ طُهُورًا تَامًّا فِى سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِى أَنْ أُصَلِّىَ. (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SWA bersabda kepada Bilal ketika (selesai) salat subuh. “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling engkau harapkan manfaatnya yang telah engkau kerjakan dalam Islam, karena sungguh tadi malam aku mendengar suara (gesekan) sandalmu di depanku dalam surga.” Bilal berkata, “Aku tidak pernah melakukan amal di dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya di sisiku daripada (amal) yang sungguh aku tidak bersuci dengan sempurna (berwudu) di waktu malam maupun siang kecuali aku melaksanakan salat sebab bersuci itu yang telah Allah tetapkan kepadaku untuk aku laksanakan. “ (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, keutamaan Bilal bin Rabah adalah ia selalu menjaga wudunya di siang dan malam hari. Tidak hanya itu, setelah berwudu ia akan melaksanakan salat dua rakaat, yang dikenal dengan salat sunah wudu.

Oleh karena amal yang selalu ia lakukan itulah yang dapat menghantarkan ia masuk surga. Bahkan Rasulullah telah diperdengarkan suara gesekan sandalnya di surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *