Macam-Macam Tangis Yang Membawa Keberuntungan Kelak Di Hari Kiamat

Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan pikiran, tidak bisa dipungkiri, kita pasti pernah menangis. Menangis bukan hanya disebabkan perkara-perkara menyedihkan yang menimpa kita, akan tetapi juga bisa dikarenakan hal-hal yang menggembirakan.

Tangis biasanya memang datang ketika hati kita tersentuh. Dengan tanpa bisa dibendung, tiba-tiba air mata berjatuhan begitu saja.

Harus kita pahami juga, sebenarnya ada beberapa macam tangis yang kelak akan bisa membawa keberuntungan di hari kiamat. Dalam kitab Nashoikhul Ibad, Sayyidina Ali radiyallahu ‘anhu menyebut tangis-tangis tersebut ada tiga rupa, yaitu:

Tangis karena takut pada siksa Allah

Sepedih-pedihnya kehidupan di dunia, tidak akan sebanding dengan siksaan Allah SWT kelak bagi yang durhaka terhadap-Nya. Oleh karnanya, menangis dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT karena takut akan siksa-Nya sanga dianjurkan. Sebab tangis jenis ini menjadi salah satu kafarat atau penebus atas dosa yang telah diperbuat manusia semasa di dunia.

Selain itu, bila kita menangis karena takut pada siksa Allah kelak, tangis ini dapat membebaskan manusia dari azab Allah. Bukankah terhindar dari azab Allah adalah impian umat Islam? Sebab, tidak ada yang lebih nikmat dari pada terbebas dari azab-Nya. Selain menangis karena takut pada siksa, tentu harus dibarengi dengan memperbanyak amal saleh. Dari Haani’ Maula Ustman radhiallahu ‘anhu berkata,

كان عثمان إذا وقف على قبر ؛ بكى حتى يبل لحيته ! فقيل له : تذكر الجنة والنار فلا تبكي ، وتبكي من هذا ؟! فقال إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” إن القبر أول منزل من منازل الآخرة ، فإن نجا منه ، فما بعده أيسر منه ، وإن لم ينج منه ؛ فما بعده أشد منه

“Utsman jika berada di suatu kuburan, ia menangis sampai membasahi jenggotnya. Dikatakan kepadanya, “disebutkan surga dan neraka engkau tidak menangis, tetapi engkau menangis karena ini?”. Beliau berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama dari beberapa persinggahan di akhirat, jika ia selamat maka ia dimudahkan, jika tidak selamat maka tidaklah datang setelahnya kecuali lebih berat.”

Tangis karena takut pada murka Allah

Berbeda siksa, murka Allah bisa terjadi dan bisa dirasakan oleh manusia sekalipun masih hidup di dunia. Menangis karena takut pada murka Allah akan membuat manusia terhindar dari terbukanya aib. Setiap orang pasti memiliki aib kendatipun tersembunyi. Sementara aib yang tiba-tiba muncul dan orang yang bersangkutan tidak menduganya, sesungguhnya adalah bentuk murka Allah SWT.

Ketika aib dimunculkan, kebaikan-kebaikan yang diusahakan akan hilang seketika, kendatipun itu banyak sekali. Para koruptor misalnya, ia harus mendekam dalam penjara dan tidak sedikit ditinggal oleh keluarganya lantaran aib sudah terbuka.

Berbeda tatkala aib masih tersimpan rapi. Maka di sini  pentingnya untuk menangis karena takut pada murkanya sembari diiringi dengan perbuatan yang disyariatkan agama. Hadiah dari tangisan ini adalah dilimpahkan ketetapan nikmat dan ditinggikan derajat oleh Allah.

Tangis karena takut jauh dari Allah

Memang sejatinya setiap manusia tidak bisa menjauh dari Allah. Sebab bagaimanapun, disadari atau tidak, setiap manusia tidak akan pernah luput dari pengawasan-Nya digelap-kegelapan sekalipun. Menangis karena takut jauh dari Allah ini, agar kita tetap dekat dengan rida-Nya

Soal perkara rida Allah tidak bisa dijangkau oleh kasat mata. Sebab rida Allah yang sesungguhnya tidak tercermin oleh kenyamanan berbasis duniawi belaka, namun kelak akan terlihat dalam kehidupan akhirat. Manusia yang semasa hidupnya menangis lantaran takut jauh dari Allah ia akan menerima banyak nikmat dari Allah. Baik ketika masih hidup di dunia ini, ataupun kelak di akhirat.

Selagi kita masih diberikan kesempatan waktu, kesempatan hidup di dunia, hendaknya kita memperbanyak menangis, meratap, dan senantiasa mendekatkan diri pada Allah SWT. Semoga dengan demikian, bisa menjadi sebab kita selamat di akhirat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *