Isi Catatan Pendamping Ustad Abdul Somad Ketika Berkunjung Pada Sejumlah Kiai NU

Belakangan, ustad Abdul Somad melakukan kunjungan kepada sejumlah ulama dan kiai NU. Ibaratnya, ini adalah oase menyejukkan dari panas dan gersangnya lini masa sosial media menjelang pemilu.

Bahkan, ustad Abdul Somad (UAS) juga telah ber-baiat Thoriqoh Qodliriyah wa Naqsyabandiyah kepada Mursyid, Habib Luthfi bin Yahya (Rois Aam JATMAN NU), (08/02) di Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam pertemuannya dengan Habib Luthfi bin Yahya, UAS juga diajak untuk terus menyerukan dakwah ahlus sunnah wal jamaah, sekaligus mendapat gelar “syekh” oleh Habib Lutfi.

Kemudian, ia melakukan serangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah kiai NU di Jawa tengah dan Jawa Timur. Kunjungan tersebut tak bisa terlepas dari satu sosok Kyai Muda, K.H. Afifudin Dimyathi, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang.

Ketika muncul spekulasi-spekulasi miring mengenai kunjungan tersebut, K.H. Afifuddin Dimyati yang mendampingi UAS memberikan catatan sebagai klarifikasi melalaui akun facebook pribadinya. Berikut catatannya dikutip dari islami.co:

Dalam rangkaian perjalanan silaturahmi dan ziarah makam muassis NU yang barusan selesai, saya mengambil banyak pelajaran, saya melihat sebuah perhatian, saya ingin meyakinkan panjenengan semua, bahwa para ulama, baik yang saya dampingi (Syekh Abdul Somad), maupun yang kami sowani, dan saya yakin ulama-ulama lainnya, adalah sosok-sosok yang sangat konsen dalam membina umat dan bangsa, perhatian mereka pada bangsa ini, melebihi perhatian kita kepada anak-anak kita.

Saya melihat sebuah pendidikan, pendidikan para sesepuh kepada generasi muda penerus bangsa ini, selalu mengalir bagai air deras yang siap mengalir ke segala arah.

Saya melihat sebuah ketawaduan, ketawaduan para ulama dalam berinteraksi, dalam berbicara, dalam bersikap, dalam menanggapi permintaan, rasanya terlalu tinggi untuk kami ikuti.

Saya melihat sebuah keikhlasan, keikhlasan poro ulama negeri kita tetap tak terukur, ini sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, karena hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang sering berinteraksi dengan mereka.

Saya melihat sebuah tanggung jawab pemenuhan janji, janji poro ulama, seakan terus terpampang di depan mereka, sehingga terus mengingatnya untuk memenuhinya.

Poro Kiai yang kami kunjungi dan temui serta Ust (Syekh) Abdus Shomad yang melakukan perjalanan silaturahmi ini menampilkan teladan yang sangat pantas untuk diambil pelajaran.

Saya menyaksikan ada ribuan senyuman dan keramahan yang lahir dari sebuah pertemuan, berjabat tangan, dialog-dialog ringan, atau bahkan permintaan foto bersama, ini lah yang memberi alasan kepada kami untuk tetap meyakini bahwa sesungguhnya dunia nyata tidak sekejam dunia maya.

Semuanya sangat mencair, lembut, dan menyenangkan.

Tidak ada sama sekali unsur politis dalam rangkaian lawatan kali ini, karena ini sudah kami rencanakan bersama Ust (Syekh) Abdus Shomad hampir satu setengah tahun yang lalu. Hanya kepadatan panggilan dakwah dalam masyarakatlah yang selama ini menunda terlaksananya rencana ini.

Saya yakin, jika ada kesempatan silaturahmi lagi, pasti beliau akan dengan senang hati menjalaninya…

Semoga perjumpaan Ust (Syekh) Abdus Shomad dengan Maulana Habib Lutfi bin Yahya, Hadratus Syaikh KH. Maimun Zubair, KH. Sholahuddin Wahid dan Masyayikh Tebuireng, Masyayikh PP Denanyar, Masyayikh PP Tambak Beras, Masyayikh PP. Darul Ulum, Masyayikh PP. Langitan, juga perjumpaannya dengan Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Mansur, para masyayikh Jawa Timur yang hadir dalam acara Haul Ayah kami, H. Ahmad Dimyathi Romly, serta para santri dan jamaah Nahdlatul Ulama Jombang membawa keberkahan baginya dan menambah semangatnya untuk selalu khidmah pada ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah -An Nahdliyah.

Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Dr. KH. Fadlolan Musyaffa Mu’thi atas semua bantuan dan fasilitasnya.

Dan semoga Allah SWT senantiasa menjaga para ulama kita, dan menggolongkan kita bersama mereka fid daarain…

Saya juga yakin Ayah kami, H. A. Dimyathi Romly tersenyum bahagia menyaksikan rangkaian kegiatan kami. Fa Lahu AL Fatihah.

إنْ أردتُ إلا الإصلاح ما استطعْتُ وما توفيقي إلا بالله، عليه توكلتُ وإليه أنيبُ

Jombang, 11 Februari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *